Akun Medsos Milik Anggota DPRD Ditengarai Jadi Penyerang Cawabup Blitar

Akun Medsos Milik Anggota DPRD Ditengarai Jadi Penyerang Cawabup Blitar

BLITAR – Sebesar akun Facebook yang dinilai mengabulkan perbuatan tidak menyenangkan, dan ujaran kebencian kepada Calon Wakil Tumenggung Blitar Rachmad Santoso, dilaporkan IPHI (Ikatan Penasihat Hukum Indonesia) ke Polda Jawa Timur. Dari sebanyak enam akun yang dilaporkan, salah satunya ditengarai milik oknum anggota DPRD Kabupaten Blitar .

(Baca juga: Waduh… Pencuri di Pidie Hebat Gasak Ratusan Tabungan Gas Elpiji)

“Besok Rabu (2/12/2020), kami bawa ke Polda Jatim. Ada satu oknum bagian dewan di Kabupaten Blitar, ” ujar Ketua Dewan Kehormatan IPHI Pusat, Abdul Malik kepada wartawan, Selasa (1/12/2020). Menjelang pemungutan pandangan 9 Desember 2020, sejumlah akun Facebook tiba-tiba membully Cawabup Blitar , Rachmad Santoso di media sosial.

Serangan tersebut terkait persidangan terdakwa Nurhadi, yakni mantan Sekretaris Mahkamah Agung yang terjerat urusan gratifikasi. Rachmad Santoso yang selalu Ketua IPHI dihadirkan KPK di persidangan sebagai saksi. Rachmad Santoso merupakan adik ipar Nurhadi dengan juga sempat menjadi kuasa asas Nurhadi.

Baca Serupa:

Pada teras satu diantara akun Facebook dituliskan, “dari status saksi apakah akan menjelma tersangka? “. Kemudian juga mempersamakan kasus Rachmad Santoso dengan barang apa yang menimpa Anas Urbaingrum, Andi Malarangeng dan Angelina Sondakh. Di tulisan disebutkan awalnya saksi semrawut berakhir sebagai tersangka.

Menurut Abdul Malik, pukulan di media sosial tersebut berkelakuan personal dan dinilai mengandung bagian pidana. Yakni perbuatan tidak menyenangkan dan ujaran kebencian sesuai UNDANG-UNDANG ITE. Secara politik, kata Abdul Malik, dikategorikan sebagai kampanye hitam yang bertujuan membunuh karakter Cawabup Blitar , Rachmad Santoso.

(Baca selalu: Terlibat Perkelahian Massal di Sleman, Lima Orang Terluka)