Perbarui ‘Sumpah’ Lindungi Filipina, AS Serahkan Rudal dan Bom

Perbarui 'Sumpah' Lindungi Filipina, AS Serahkan Rudal dan Bom

MANILA – Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengirimkan rudal presisi dan bom ke Filipina. Metode ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu negara itu memerangi ISIS dan simpatisanya. AS juga memodernkan janji mereka untuk membantu Filipina jika mendapat serangan di Laut China Selatan.

Ini ialah realisasi janji Presiden AS Donald Trump. Ia berjanji untuk menyampaikan rudal senilai USD 18 juta kepada Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada bulan April lalu. (Baca juga: Duterte Izinkan Pegawai Kesehatan tubuh Kerja ke Luar Negeri)

Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O’Brien saat acara pemberian rudal dan bom tersebut menyuarakan, AS di bawah pemerintahan Trump sukses mengalahkan ISIS di Timur Tengah dan membunuh Abu Bakar al-Baghdadi. Dia kemudian mengatakan, GANDAR akan membantu mengalahkan militan yang terkait dengan ISIS di Filipina selatan.

“Trump menjunjung Duterte saat kami memerangi ISIS di sini, di Asia Tenggara. Pengiriman ini menggarisbawahi komitmen ana yang kuat dan abadi kepada aliansi penting kami, ” cakap O’Brien, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (23/11/2020).

Baca Juga:

Dia mengungkapkan harapan untuk berlanjutnya perjanjian keamanan yang memungkinkan rombongan Amerika untuk berlatih dalam latihan tempur skala besar di Filipina. (Baca juga: Soal Bisnis Neobank, Indonesia Kalah Start dari Filipina)

O’Brien kemudian mengucapkan, AS mendukung Filipina dalam upayanya melindungi hak kedaulatannya di Bahar China Selatan. Filipina bulan lulus mengumumkan akan melanjutkan eksplorasi patra dan gas di atau depan Reed Bank, yang terletak di lepas pantai barat negara itu, yang juga diklaim oleh China.

“Itu adalah milik orang Filipina, itu bukan hak beberapa negara lain yang cuma karena mereka mungkin lebih besar dari Filipina, mereka dapat menjemput dan mengubah sumber daya karakter Filipina. Itu salah, ” mendakwa O’Brien.