Itu Kronologi Pembunuhan Gadis Cantik di Hotel Frieda Bandungan

Itu Kronologi Pembunuhan Gadis Cantik di Hotel Frieda Bandungan

SEMARANG – Polres Semarang berhasil menangkap pelaku pembunuhan di Hotel Frieda, Bandungan dalam waktu kurang dari 24 jam. Tersangka berinisial D warga Dempet, Kabupaten Demak, nekad membunuh korban berinisial DF (17) asal Kabupaten Demak kausa hanya ingin mengusai sepeda mesin Honda Beat milik perempuan rengsa itu. (Baca pula: Otak Pembunuhan Gadis di Hotel Dibekuk, Polisi Masih Buru Karakter Lain)

Kasat Reskrim Polres Semarang , AKP Ongkoseno Sukahar menjelaskan, peristiwa pembunuhan tersebut bermula ketika tersangka meminta korban bertemu dan jalan-jalan di Sabtu (14/11/2020). Setelah bertemu, itu langsung jalan dengan mengendarai roda motor korban hingga akhirnya itu menyewa kamar di Hotel Frieda, Bandungan, Kabupaten Semarang.

“Mereka tiba di hotel (Frieda) sekitar pukul 08. 00 WIB. Kemudian, antara pukul 09. 00 hingga 10. 00 WIB, simpulan membunuh korban, ” katanya kepada wartawan, Selasa (17/11/2020). (Baca juga: Sadis, Suami di Sukabumi Bunuh Istrinya Secara Brutal Sebab Tak Mau Urus Cerai)

Menurut Ongkoseno, tersangka membunuh korban dengan cara memukuli kepalanya hingga mengalami pendarahan. Untuk menetapkan korban meninggal dunia, tersangka mencekik leher korban. “Tersangka membunuh korban lantaran hanya ingin mengusai motor korban. Keinginan itu muncul setelah simpulan kenal dekat dengan korban, ” terangnya.

Baca Juga:

Setelah membunuh korban tersangka sempat mandi di kamar hotel yang disewanya. Selesai mandi, tersangka masih sempat merokok di pada kamar. Selanjutnya, tersangka kabur dengan membawa motor dan handphone korban.

“Tersangka kabur dan pulang ke rumahnya dalam daerah Dempet, Demak. Setelah sampai di rumah, tersangka menemui temannya berinisial A dan menawarkan mesin yang korban yang dibawanya. Simpulan motor korban dibeli oleh A dengan harga Rp2 juta, ” ujarnya.

Sedangkan handphone korban dijual oleh tersangka kepada seseorang secara online. Handphone tersebut dijual dengan harga Rp125. 000. “Dua karakter penadah itu, juga kita tangkap dan ditahan, ” katanya. (Baca juga: Selasa Cepat Ada Guguran dari Puncak Merapi, Suaranya Bergemuruh)

Usai menjual motor dan handphone korban, kata Ongkoseno, tersangka kabur ke Surabaya. Dalam pelariannya, tersangka mengajak secara paksa seorang perempuan. “Tersangka lari ke Surabaya karena dia asli Surabaya. Setelah pelajaran keberadaan tersangka, kita langsung kerjakan penangkapan, ” jelasnya.

Dia mengungkapkan, saat penangkapan, dalam lokasi polisi mendapati adanya seorang perempuan yang berteriak minta tolong. Ternayata perempuan itu, ketakutan karena diancam akan dibunuh oleh tersangka. (Baca juga: Jerat Bermazhab Listrik untuk Babi Hutan, Makan Korban Manusia)

“Wanita itu, adalah teman perempuan tersangka yang diajak paksa ke Surabaya. Kasus ini, masih kita dalami. Sejauh ini, kami menangkap tiga orang, yakni tersangka pati dan dua orang penadah barang hasil kejahtan tersangka, ” pungkasnya.