KPK Tetapkan Anggota DPRD Jabar Tersangka Suap Rp8, 58 Miliar

KPK Tetapkan Anggota DPRD Jabar Tersangka Suap Rp8, 58 Miliar

JAKARTA – Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan bagian DPRD Provinsi Jawa Barat sejak Fraksi Partai Golkar periode 2014-2019 dan periode 2019-2024 Abdul Rozaq Muslim sebagai tersangka penerima uang sogok Rp8. 582. 500. 000

Berdasarkan data laman resmi DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Rozaq Muslim terpilih dari daerah pemilihan (dapil 12) yang meliputi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Praja Cirebon.

Deputi Dunia Penindakan KPK Inspektur Jenderal Penjaga Karyoto mengatakan, KPK telah jadi melakukan penyelidikan untuk pengembangan akan perkara dugaan suap pengurusan tumpuan Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017 hingga 2019 dengan empat orang terpidana yang telah berkekuatan norma tetap (inkracht).
Pengembangan tersebut dilakukan berdasarkan fakta-fakta di persidangan empat terpidana. Dari hasil penyelidikan ditemukan kemudian disimpulkan sudah ditemukan bukti permulaan yang cukup dugaan adanya keterlibatan pihak asing.

Kemudian KPK memajukan penyelidikan ke tahap penyidikan secara menetapkan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:

“Meningkatkan status kejadian ke penyidikan sejak bulan Agustus 2020 dengan menetapkan satu karakter tersangka yakni ARM (Abdul Rozaq Muslim-red) yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019, ” tegas Karyoto saat konferensi pers di Gedung Merah Suci KPK, Jakarta, Senin (16/11/2020) malam. ( Baca juga: Kejagung Siap Serahkan Berkas Perkara Djoko Tjandra ke KPK )

Saat konferensi pers, Karyoto didampingi Pelaksana Tugas Pakar Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri. Razaq dibawa serta ke dalam ruangan dan dipajang dengan membelakangi Karyoto dan Ali.

Terhadap Rozaq, tutur Karyoto, KPK menyangkakan yang bersangkutan menyalahi Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b ataupun Pasal 11 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Rozaq diduga membantu terpidana sponsor suap, pengusaha konstruksi sekaligus Penasihat CV Agung Resik Pratama (ARP) Carsa ES untuk mendapatkan proyek-proyek yang berasal dari bantuan Provinsi Jawa Barat kurun 2017 mematok 2019.

“Atas bantuan ARM dalam perolehan proyek Carsa Es tersebut, tersangka ARM diduga menerima sejumlah dana sebesar Rp8. 582. 500. 000 yang pemberiannya dilakukan dengan cara transfer ke rekening atas nama orang lain, ” ujarnya. ( Menangkap juga: Diperiksa KPK, Marzuki Alie Klaim Tidak Urus Perkara dan Pinjamkan Uang ke Hiendra Soenjoto )

Dia melanjutkan, penyidik KPK telah melakukan serangkaian pemeriksaan saksi sejak pemeriksaan dimulai pada Agustus lalu. Mutlak ada 10 saksi yang sudah diperiksa. Berikutnya penyidik akan merancang pemeriksaan beberapa pihak terkait sebagai saksi.

“Selain tersebut, KPK juga telah melakukan perebutan berupa uang senilai Rp1. 594. 000. 000, ” ungkap Karyoto.