Relasi Erat dengan Pasien COVID-19, 32 Warga Ngaglik Jalani Tes Swab

Relasi Erat dengan Pasien COVID-19, 32 Warga Ngaglik Jalani Tes Swab

SLEMAN porakporanda Sebanyak 32 warga Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman harus menjalani swab tesdan isolasi mandiri, setelah relasi erat dengan dua pasien COVID-19. Selain itu selama menunggu buatan swab mereka juga harus isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Hal ini diketahui setelah beredar surat dari pemerintah kalurahan Minomartani No 360/102/XI/2020 perihal penerpan protokol kesehatan. Surat yang ditandatangi Pjs Lurah Minimartani Bambang Etri Martejo tanggal 9 Novemver 2020 tersebut ditembuskan kepada Panewu, Kapolsek dan Danramil Ngaglik.

Inti dari surat itu mewartakan ada dua warga Plosokuning yang positif COVID-19. Dua warga itu satu dirawat di Asrama Haji DIY dan satunya lagi pada RSPAU Hardjlukito. Sebagai tindaklanjutnya, Puskesmas Ngaglik melakukan tes usap (swab) kepada 32 warga yang terindikasi kontak erat dengan dua warga tersebut.

Tes swab dilakukan 9 Desember buat mengetahui apakah mereka poitif ataupun negatif COVID-19. Untuk itu, serupa menunggu hasil swab keluar 32 warga itu diminta melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain itu, warga setempat juga harus menerapkanprotokol kesehatan(prokes) dalam kehidupan dan kegiatab sosia. Termasuk juga akan tersedia penyemprotan dan kegiatan pencegahan penularan COVID-19 oleh tim penangganan COVID-19 Minomartani.

Baca Juga:

Menanggapai hal tersebut, kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman, Joko Hastaryo mengatakan melihat bentuk dan legalitas surat memang benar, sebagai tindaklanjutnta, saat ini padahal melakukan tracing di Padukuhan Plosokuning namun untuk hasilnya belum keluar. (Baca: Mayat Dalam Karung Ternyata Seorang Janda Muda, Ini Profesinya).
Kasus COVID-19 secara akumulati di Sleman hingga Sabtu (14/11/2020) pukul 15. 00 WIB, terkonfirmasi 2015 orang (Dirawat 233 karakter, sembuh 1746 orang, meninggal 34 orang). Dari jumlah ini bergejala 472 orang, tidak bergejala 1543 orang. Suspek 4005 orang (isolasi 3854 orang, selesai isolasi 112 orang, meninggal 39 orang).