Merapi Siaga, Perumput Masih Cari Pakan Ternak di TNGM

Merapi Siaga, Perumput Masih Cari Pakan Ternak di TNGM

SLEMAN – Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah merekomendasikan radius 5 kilometer dari puncak Merapi kudu kosong dan tidak ada denyut paska status aktivitas Gunung Merapimenjadi level III atau Siaga, Kamis (5/11/2020).

Namun begitu, masih tetap ditemui ada warga yang mencari pakan ternakmelebihi radius 5 km, yaitu di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Hal tersebut diketahui saat petugas TNGM melakukan patroli di daerah TNGM tersebut

Kepala TNGM, Pujiati mengatakan saat perondaan masih menemukan perumput mencari makanan ternak melebihi radius 5 kilometer di kawasan Taman Nasional Bukit Merapi, termasuk warga Glagaharjo. Real, radius 5 kilometer oleh Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ditetapkan sebagai daerah rawan bahaya.

“Para perumput ada yang berjalan berleha-leha dan ada yang memakai mesin, sehingga kondisi ini mengkhawatirannya, kalau sewaktu-waktu terjadi kondisi berbahaya zaman mereka sedang mencari rumput, ” kata Puji.

Baca Serupa:

Puji menjelaskan luas TNGM kurang lebih 6600 hektar dengan 85% masuk Wilayah Rawan Bencana (KRB) III. Untuk itu sudah berkoordinasi dengan Institusi Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman untuk melakukan pelatihan mitigasi bagi para perumput. (Baca: Hendak Dijual, 2 Gadis SMP Disekap Mucikari di Lokalisasi Banyuwangi).
“Dari data yang ada total perumput di Sleman, ada 108 KK, terdiri dari Glagaharjo, 59 KK dan Turgo 49 KK. Namun di seluruh kawasan TNGM pada empat kabupaten Sleman, Magelang, Klaten, dan Boyolali, ada 1694 KK, ” paparnya

Pujiati menambahkan biasanya para perumput membongkar-bongkar pakan pada waktu pagi, siang, dan sore hari. Untuk usia rata-rata perumput, 50 tahun ke atas. Ia pun tak memungkiri bahwa para perumput sudah pengalaman dan paham dengan situasi Merapi karena sejak lama, sudah kala mencari rumput sehingga sudah mengalami. “Namun, tetap harus diantisipasi secara pelatihan, misal cara mereka mendarat (jika ada situasi darurat-red) kaya apa, ” pungkasnya.