Putin Ingin Pertahanan Nuklir Rusia Seolah-olah Senapan Kalashnikov

Putin Ingin Pertahanan Nuklir Rusia Seolah-olah Senapan Kalashnikov

MOSKOW – Presiden Vladimir Putin mencanangkan Rusia hampir menyelesaikan situs kontrol serta komando baru pengendali pasukan anti nuklir . Ia mengatakan sistem tersebut harus mudah dan dapat diandalkan seperti bedil Kalashnikov.

Putin mengatakan fasilitas baru telah meningkatkan kemampuan bertahan dalam serangan, termasuk serangan nuklir, memastikan bahwa Rusia tetap mengarahkan angkatan bersenjatanya. Kemampuan bertahan hidup sangat penting untuk pencegahan nuklir, memastikan serangan balasan diluncurkan sebagai respons terhadap serangan yang memenggal kepala dan dengan demikian membuat eskalasi seperti itu kecil kemungkinannya.

“Situs komando & kontrol baru memiliki perlindungan positif yang mutlak, ” kata Putin.

Baca Juga:

“Yang penting, semua bahan, perangkat keras, dan komunikasi yang terlibat dalam pengendalian kekuatan nuklir harus tetap modern, sederhana, serta andal, seperti senapan serbu Kalashnikov, ” imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today , Rabu (11/11/2020).

Sebelumnya pada pertemuan dari kelompok kegiatan yang serupa, Putin mengatakan, Rusia meningkatkan kemampuan nuklirnya karena erosi yang terus berlanjut dari mekanisme internasional untuk pengendalian senjata nuklir. Pada bawah pemerintahan Trump, AS telah membongkar beberapa perjanjian kendali senjata dengan Rusia dan mengumumkan agenda ambisius untuk meningkatkan dan memperluas persenjataannya. (Baca juga: Putin: Keputusan AS Mundur dari INF Adalah Kesalahan Besar)

Hanya satu perjanjian kurun AS dan Rusia, yang membatasi persenjataan nuklir kedua negara, pasti berlaku. Tidak ada kepastian kalau apa yang disebut perjanjian New START akan diperbarui sebelum berakhir pada Februari mendatang.

“Mempertimbangkan risiko geopolitik saat ini, kami bakal bekerja lebih lanjut untuk memodernisasi kekuatan nuklir strategis kami, dengan konsisten meningkatkan semua komponennya, ” kata Putin. (Baca pula: Putin: Rusia Akan Terus Menggalakkan Senjata Nuklir karena Ada Ancaman)