BI Tegaskan Lagi, Pulihkan Kesehatan dan Ekonomi Tak Boleh Dikotomi

BI Tegaskan Lagi, Pulihkan Kesehatan dan Ekonomi Tak Boleh Dikotomi

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kembali menegaskan agar tidak ada dikotomi antara memilih pemulihan kesehatan atau ekonomi dalam mengatasi kasus pandemi Covid-19 di Tanah Air. Kedua bisa dan harus berlaku beriringan.

Dalam webinar yang digelar Gerakan Pakai Kedok bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bertajuk “Menavigasi Pemulihan Kesehatan tubuh dan Ekonomi Nasional di Sedang Pandemi”, Perry menegaskan kembali agar keduanya berjalan beriringan antara kesehatan tubuh dan ekonomi.

(Baca Juga: Sri Mulyani: Hilal Pemulihan Ekonomi Sudah Terlihat)

“Karena itu gerakan pakai masker sangat penting, sebab sektor ekonomi bisa berjalan kalau protokol sedang pakai masker bisa diterapkan, ditambah dengan jaga jarak dan getol mencuci tangan. Sehingga pada alhasil kita bisa fokus keduanya menyelesaikan sektor kesehatan dari sisi Covid-19 dan juga memulihkan ekonomi, ” ujarnya di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Baca Juga:

Perry menyebutkan, penanganan Covid-19 saat ini masih terus berjalan sambil mencari alternatif penyelesaian ekonomi. Bank Indonesia, kata Perry, sudah mengkalkulasi di tengah pandemi Covid-19 masih ada sektor-sektor ekonomi mempunyai risiko terpapar yang rendah.

(Baca Juga: Tindakan Pakai Masker Fokus Jadikan Rekan sebagai Target Edukasi)”Kami Sudah mapping, misalnya untuk industri makanan minuman, farmasi dan industri tanaman perkebunan bisa lebih dulu. Belum teristimewa sektor lain yang tinggal kita prioritaskan, ” ungkapnya.

Adapun dari sisi perbankan, BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga terus berkoordinasi untuk mengangkat dunia usaha. “Ini yang awak lakukan juga bersama Menkeu Sri Mulyani, mempercepat realisasi anggaran jadi stimulus fiskal bisa mempercepat seruan. BI dan OJK juga menyampaikan stimulus. Selanjutnya ada peran digitalisasi juga harus dipercepat, karena ini efektif untuk mendorong belanja di masa pandemi, ” pungkasnya.