Polisi Gulung Komplotan Penodong Bersenjata Pandai di Terminal Tanjung Priok

JAKARTA – Unit Reskrim Polsek Semenanjung Priok, Polres Metro Jakarta Utara, meringkus komplotan penodongdi Terminal Tanjung Priok. Para-para pelaku kerap menggunakan senjata pandai saat beraksi di dalam negeri terminal.

“Jadi para karakter ini biasa melakukan aksinya dengan berkelompok. Ada yang bertugas jadi yang mengawasi korban dan ada juga yang melakukan eksekutor, ” ujar Kapolsek Tanjung Priok Kompol Hadi Suripto, kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Menurut Hadi, kelompok penodong yang sangat meresahkan masyarakat ini sering melakukan aksinya dengan mengancam menggunakan senjata pintar, seperti celurit, pedang dan badik.

“Jadi ketika korban tidak memberikan apa yang itu minta, mereka langsung ancam objek dengan senjata tajam, ” sahih Hadi. (Baca juga: Merasa Tenang, Buronan Kasus Penodongan Ini Disergap Singo Ogan Saat Main Gaple)

Baca Juga:

Komplotan ini dipimpin sebab seorang yang memiliki postur bagaikan masih di bawah umur dengan sering dijuluki ‘Kapten’ oleh bujang buahnya.

“Untuk pelaku berinisial MRR atau yang kerap disebut Kapten ini jangan dipandang kecilnya (postur tubuhnya), tapi bujang buahnya itu rata-rata berusia sekitar 20 tahun bahkan ada yang 22 tahun, ” beber Hadi.

Sementara tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Paksi Eka Saputra, menyebutkan, jumlah komplotan penodong yang dipimpin Kapten ini ada sekitar delapan orang setiap kali melakukan aksinya.