Perkiraan Suap Nurhadi Jadi Rp83 M, Tim Kuasa Hukum Tantang Buktikan

Perkiraan Suap Nurhadi Jadi Rp83 M, Tim Kuasa Hukum Tantang Buktikan

JAKARTA semrawut Total suap dan gratifikasi yang diduga diterima mantan sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman dan menantunya, Rezky Herbiyono bertambah menjadi Rp83. 013. 955. 000.

Total tersebut berbeda jauh lebih gembung dari yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat konferensi pers penetapan Nurhadi dan Rezky jadi tersangka pada Senin, 16 Desember 2019 lalu. Ketika itu total suap dan gratifikasi yang disampaikan KPK sebesar Rp46 miliar.

Berdasarkan informasi yang diterima SINDOnews , Nurhadi selaku Sekretaris MA 2012-2016 bersama Rezky Herbiyono melakukan tanduk berlanjut menerima hadiah atau keinginan yaitu menerima uang sejumlah Rp45. 726. 955. 000 dari Hiendra Soenjoto. Nurhadi bersama dengan Rezky Herbiyono juga menerima gratifikasi Rp37. 287. 000. 000.

Hiendra adalan tersangka di dalam kasus ini saat memberikan suap yakni selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT). Sangkaan suap terkait pengurusan dua mengenai yakni gugatan PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN, Persero) dan gugatan Azhar Umar melawan Hiendra. Azhar merupakan bekas direksi PT MIT. (Baca juga: Hari Ini, 112 Orang di Indonesia Meninggal Akibat Covid-19)

Baca Serupa:

Dikonfirmasi melanggar hal ini, Pelaksana Tugas Pakar Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menyatakan, KPK melalui tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah melimpahkan berkas perkara terdakwa Nurhadi Abdurrachman dan Rezky Herbiyono ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Induk (PN Jakpus), Rabu 14 Oktober 2020. Berkas tersebut termasuk di antaranya surat dakwaan atas nama Nurhadi dan Rezky.

Di dalam surat dakwaan, KPK sudah mengurai jumlah total suap, total total gratifikasi, cara penerimaan, maka kaitan penerimaan suap dan gratifikasi. Di sisi lain, Ali tak membantah bahwa total suap dan gratifikasi yang diterima Nurhadi dan Rezky bertambah hampir dua kala lipat dari jumlah total zaman keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam Desember 2019.

“Mengenai rinciannya telah diurai di tulisan dakwaan dan nanti akan dibacakan JPU. Jadj jumlah angka-angka pastinya nanti akan diketahui setelah lengkap pembacaan dakwaan, ” ujar Ali saat dihubungi SINDOnews, di Jakarta, Kamis (15/10/2020) sore. ( Membaca juga: Usulan Revisi Pasal Longgar UU ITE, Komisi I: Soal SARA Masa Dicabut? )

Sementara itu, tim pengaruh hukum Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono membenarkan dan memastikan total total suap dan gratifikasi dengan diduga diterima kliennya lebih Rp83 miliar seperti tertuang dalam tulisan dakwaan.