Banyak Bertanya Akan Menyulitkan Diri Sendiri?

Banyak Bertanya Akan Menyulitkan Diri Sendiri?

Kendati bertanya dianjurkan, tapi terlalu banyak bertanya tidak dibolehkan dalam Agama islam, terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang tidak penting. Karena itu disarankan kepada umat islam untuk membekukan diri dari melamar hal-hal yang tidak penting. Sebab, jawaban dari pertanyaan itu barangkali akan menyusahkan diri sendiri dan orang lain

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ

“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa sebab banyak bertanya dan berselisih dengan para nabi, ” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga:

(Baca juga: Amanah, Tanda-tanda Iman Seorang Mukmin)

Karena banyak bertanya dapat mengantarkan di dalam cabang persoalan , lalu terbukalah pintu syubhat (racun pemikiran), sehingga membawa pada perselisihan dengan banyak, yang nantinya membawa di kebinasaan.

Bahaya banyak bertanya ini dikisahkan dalam kitabullah. Al-Qur’an telah berkisah tentang Bani Israil yang diperintahkan untuk menyembelih sapi. Setidaknya kisah ini dapat dilihat pada Surat Al-Baqarah mulai dari ayat 67 sampai 71. Dalam sana diceritakan Bani Israil yang banyak bertanya tentang kriteria sapi itu. Akibatnya pertanyaan-pertanyaan itu justru merepotkan mereka.

Maka sapi yang mulanya bersifat umum, menjadi semakin spesifik akibat terus ditanyakan: Sapi betina yang tidak tua dan tak muda, kuning tua warnanaya sedang menyenangkan orang yang memandangnya, belum pernah dipakai untuk membajak negeri, tidak pula untuk mengairi flora, tidak cacat dan tidak tersedia belangnya. Akhirnya spesifikasi semacam ini lah yang justru semakin menyulitkan itu.