7 Kisah yang Menyebabkan Nabi Muhammad Meneteskan Air Mata

7 Kisah yang Menyebabkan Nabi Muhammad Meneteskan Air Mata

Sebagai pribadi, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسل٠pun pernah mengalami mengecap duka, sedih dan menangis. Tetapi, kesedihan itu bersifat temporal serta tidak menguasai seluruh perasaan dia.

Rasulullah صلى الله عليه وسل٠adalah orang yang memutar tegas dalam memutuskan suatu kejadian, namun beliau juga orang menyesatkan lembut dalam bersikap. Beliau adalah sebaik-baik teladan bagi umat pribadi. ( Baca Juga: Detik-detik Wafatnya Rasulullah, Beliau Tinggalkan 2 Wasiat Ini )

Dai yang juga lulusan Al-Azhar Mesir Ustaz Muchlis Al-Mughni dalam tausiyah edisi Cinta Rasul menyampaikan beberapa kisah Rasulullah صلى الله عليه وسل٠yang mewujudkan beliau menangis meneteskan air mata mulianya. Berikut ini hal-hal yang membuat Rasulullah صلى الله عليه وسل٠menangis.

1. Menangis Saat Kehilangan Karakter Terdekat yang Dicintainya.
Beliau pernah menangis saat anak yang cintainya bernama Ibrahim, yang masih bayi wafat sambil berkata: “Air mata menetes, hati bersedih dan kami tidak akan berbicara kecuali dengan sesuatu yang diridhai Tuhan kami, demi Allah Sungguh Ibrahim sesungguhnya kepergianmu membuat saya bersedih. ” (Shahih Muslim)

Baca Juga:

Beliau juga pernah menangis era berada di makam ibunda tercinta Sayyidatuna Aminah binti Wahab yang diikuti pula oleh orang-orang di sekelilingnya. Beliau juga pernah menangis saat kepergian kedua putrinya Ruqayah dan Ummu Kultsum, juga era kehilangan istri tercintanya ummul mukminin Khadijah radhiyallahu ‘anha.

2. Menangis Saat Beruang di Pemakaman.
Tepatnya saat memakamkan lupa seorang sahabat sambil memberikan instruksi beliau bersabda: “Wahai saudara-saudaraku, bersiap-siaplah untuk kematian ini. ”

3. Menangis Saat Sedang Salat Berhadapan dengan Tuhan ‘Azza wa Jalla.
Ini yang kala beliau alami hingga suara isak tangis di dadanya terdengar sebab para sahabat yang menjadi pengikut beliau.

4. Menangis Era Memikirkan Nasib Umatnya.
Beliau menangis khawatir jika umatnya tidak selamat ke surga. Era meninggalpun yang keluar dari lidah mulia beliau adalah “ummati.. ummati.. ummati (umatku, umatku, umatku).