Kisah Pilu Bocah dengan Kondisi Disabilitas Ganda di Bekasi

Kisah Pilu Bocah dengan Kondisi Disabilitas Ganda di Bekasi

BEKASI – Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial menyabet laporan pengaduan masyarakat mengenai bani dengan kondisi disabilitas ganda pada Kabupaten Bekasi, pada Kamis (1/10/2020) lalu.

Adalah Z, anak laki-laki berusia 5 tahun yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan nutrisi dan gizi dan perawatan alat bantu pendengaran sekaligus penglihatan. Sang ayah semula merupakan pekerja pabrik, namun saat ini terpaksa dirumahkan akibat wabah Covid-19.

Berbekal laporan tersebut, Penasihat Jenderal Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat memberikan arahan agar kasus itu segera ditangani oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan Balai Bani Handayani. (Baca pula: Bagian dari Transparansi Anggaran, Jaksa Agung Diminta Kawal Kemensos)

“Tolong lakukan penelaahan keluarga, pastikan apa kebutuhan anak. Lakukan asesmen dan segera bantu demi kepentingan terbaik anak, ” ujar Harry, Selasa (6/10/2020).

Baca Juga:

Selanjutnya, Pekerja Sosial Balai Bani Handayani mengunjungi kediaman anak untuk melakukan asesmen. Didampingi Ketua RT, Faturohman bertemu dengan Z, ayahnya R dan ibunya N.

Berdasarkan hasil asesmen diketahui Z lahir secara normal dengan berat badan 2, 5 rencana dan panjang badan 50 cm. Z dilahirkan saat usia perut masih 8 bulan sehingga Z mendapatkan beberapa perawatan sesudah dilahirkan dan kemudian Z didiagnosa dokter memiliki penyakit rubella congenital yang menghambat tumbuh kembangnya.

Saat ini, dengan usianya yang menginjak 5 tahun, Z hanya memiliki berat badan 14 kg. Z juga memiliki cela dalam penglihatan dan pendengarannya. Ditambah Z memiliki permasalahan pula pada pencernaannya dimana Z hanya sanggup mencerna makanan yang lembut.

Saat berusia 2, 5 tahun Yayasan Budha Suci melakukan pengukuhan dana melalui kitabisa. com sehingga Z memperoleh alat bantu pendengaran dengan proses implan koklea untuk membantu pendengarannya. Sementara untuk pandangan, Z dibantu melalui Donasi Optik Tunggal dan telah dilakukan berdiam katarak serta diberikan bantuan cermin mata.