Ini Sejumlah Tantangan yang Akan Dihadapi Partai Ummat

Ini Sejumlah Tantangan yang Akan Dihadapi Partai Ummat

JAKARTA Kelompok Ummat , besutan politikus kawakan Amien Rais diprediksi menghadapi sejumlah rintangan dalam mengarungi belantika politik nasional. Partai baru ini tak bisa hanya mengandalkan dan “jualan” di dalam pasar Islam.

Pengamat kebijakan, Idil Akbar menerangkan Partai Ummat harus bisa memenuhi sejumlah persyaratan administrasi jika ingin mengikuti pemilihan umum (pemilu). Mereka harus memiliki pengurus seluruh provinsi, 75% kabupaten/kota dan 50% kecamatan di semesta Indonesia.

Selain itu, Amien Rais dan gerbongnya memerlukan dana yang besar untuk meninggikan partai umat. Bukan rahasia sedang, biaya politik di Indonesia cukup tinggi. “Partai politik ketika dibentuk, saya yakin untuk kekuasaan. Jalan satu-satunya cuma lewat pemilu. Artinya, partai politik dibuat tapi tidak bisa ikut pemilu, eman-eman ya, ” katanya saat dihubungi SINDOnews , Kamis (1/10/2020). ( Baca juga : Beda Ideologi, PAN Tak Khawatir Basis Suara Tergerus Partai Ummat)

Kemunculan Partai Ummat ini membalas rumor yang beredar pasca berantakan Partai Amanat Nasional antara pertahanan Zulkifli Hasan dan Amien Rais. Sejak Zulkifli Hasan memenangkan konvensi ke-V di Kendari, kubu Amien Rais langsung melemparkan wacana membuat PAN tandingan.

Baca Selalu:

Sempat beredar kabar bahwa nama partai yang digunakan PAN Reformasi. Bahkan, para-para loyalisnya sesumbar akan bisa mengambil suara massa PAN. “Saya hakul yakin Muhammadiyah tidak akan mengutarakan (pilihan) politiknya ke PAN sebab orang Muhammadiyah itu rasional & agamis, ” ucap salah seorang loyalis Amien Rais, Agung Mozin.

Namun, Idil Akbar menjelaskan, Partai Ummat atau golongan baru akan menghadapi tembok tumbuh bernama perilaku politik masyarakat. Pembimbing Universitas Padjadjaran itu mengatakan bangsa belakangan cenderung skeptis terhadap kebijakan. ( Baca juga : Partai Ummat, Tanda Parpol Baru Amien Rais)

“Beberapa tahun itu punya kecenderungan mengarahkan (suara/pilihan) ke partai-partai politik yang sudah semenjak lama dan partai besar. Tersebut menjadi tantangan bagi partai terakhir bahwa mereka layak untuk dipilih, ” katanya.