Anies Tidak Melarang Isolasi Mandiri, Pokok dengan Pengendalian

Anies Tidak Melarang Isolasi Mandiri, Pokok dengan Pengendalian

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta tidak melarang anak obat Covid-19 mengisolasi diri secara mandiri. Terpenting, isolasi mandiri kudu dilakukan dengan pengendalian.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan, setiap warga yang terpapar dan terinfeksi Covid-19 itu harus melangsungkan isolasi mandiri dan bisa dikerjakan sendiri atau isolasi lewat fasilitas pemerintah. Terpenting, isolasi dilakukan dengan pengendalian.

“Jadi intinya bila terpapar harus isolasi secara terkendali, ” kata Anies di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9/2020). (Baca: PSBB Sama di Kabupaten Bekasi Diperpanjang tenggat 27 Oktober)

Anies menjelaskan, saat ini Pemerintah telah menyiapkan isolasi dengan pengendalian. Diantaranya yaitu di Wisma Atlet, sejumlah hotel dan tiga bunga tempat seperti Taman Mini, Ragunan dan Jakarta Islamic Center. Lalu, lanjut Anies, bagi pasien dengan punya gejala sedang atau mengandung dan harus dirawat, saat ini pihaknya mendapatkan tambahan rumah lara rujukan.

Baca Juga:

“Kita saat itu ada sekitar 100 Rumah Sakit rujukan yang bisa digunakan, ” pungkasnya. Diketahui sebelumnya, pada kala PSBB, Pemprov DKI Jakarta melarang pasien positif Covid-19 di Jakarta melakukan isolasi mandiri. Pasalnya isolasi mandiri menyebabkan munculnya kluster keluarga lantaran tidak ada pengawasan & pengendalian.

Namun, ditengah perjalanan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan hotel untuk melayani pasien isolasi mandiri. Bahkan untuk pasien yang mampu, diperbolehkan untuk menginap pada hotel berbayar.