Mengaji Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, Ini Fadhilahnya

Mengaji Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, Ini Fadhilahnya

SURAH al-Ikhlas adalah surah ke-112 dalam Al-Qur’an dengan tergolong dalam Surah Makkiyah dan terdiri atas empat ayat. Pokok dari surah ini menegaskan tentang ke-Esa-an Allah SWT, dan menumpukan segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Surat ini juga dinamakan Surat Al Asas, Qul Huwallahu Ahad, At Tauhid, Al Iman, dan masih banyak nama lainnya. ( Baca juga : Surah Al-Ikhlas: 4 Ayat yang Bisa Menjadi Penyebab Seseorang Masuk Surga)

Sedangkan Surah Al-Falaq adalah surah ke-113 dalam Al-Qur’an. Nama Al-Falaq diambil dari kata Al-Falaq dengan terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya waktu pagi buta dan terdiri dari 5 bagian. Surat ini juga tergolong surah Makkiyah.

Selanjutnya Surah An-Nas yakni surah penutup (ke-114) dalam Al-Qur’an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah tersebut yang berarti manusia. Surah itu termasuk dalam golongan surah Makkiyah terdiri dari 6 ayat. Muatan surah adalah anjuran supaya manusia memohon perlindungan kepada Allah terhadap pengaruh hasutan jahat setan yang menyelinap di dalam diri. ( Baca juga : Surah Paling Agung dalam Al-Qur’an serta Sering Dibaca untuk Ruqyah)

Inti dari Surah itu adalah perintah agar umat manusia senantiasa memohon perlindungan kepada Tuhan SWT menghadapi segala keburukan dengan tersembunyi.

Surah Al-Ikhlas, Al Falaq, dan An-Nas kalau dibaca secara berurutan memiliki fadhilah yang setiap orang menginginkannya.

Baca Juga:

Dari Uqbah bin ‘Amir al Juhani Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

بَيْنَا أَنَا أَقُوْدُ بِرَسُوْلِ اللهِ رَاحِلَتَهُ فِي غَزْوَةٍ، إِذْ قَالَ: ((يَا عُقْبَةُ، قُلْ! ))، فَاسْتَمَعْتُ، ثُمَّ قَالَ: ((يَا عُقْبَةُ، قُلْ! ))، فَاسْتَمَعْتُ، فَقَالَهَا الثَّالِثَةَ، فَقُلْتُ: مَا أَقُوْلُ؟ فَقَالَ: قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ فَقَرَأَ السُّوْرَةَ حَتَّى خَتَمَهَا، ثُمَّ قَرَأَ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الفَلَقِ، وَقَرَأْتُ مَعَهُ حَتَّى خَتَمَهَا، ثُمَّ قَرَأَ قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، فَقَرَأْتُ مَعَهُ حَتَّى خَتَمَهَا، ثُمَّ قَالَ: ((مَا تَعَوَّذَ بِمِثْلِهِنَّ أَحَدٌ)).

“Tatkala aku menuntun kendaraan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam sebuah peperangan, tiba-tiba beliau berceloteh: “Wahai Uqbah, katakan, ” beta pun mendengarkan, kemudian beliau berceloteh (lagi): “Wahai Uqbah, katakan, ” aku pun mendengarkan.

Dan beliau mengatakannya sampai tiga kala, lalu aku bertanya: “Apa dengan aku katakan? ” Beliau biar bersabda: “Katakan قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ ”, lalu beliau membacanya sampai lengkap. Kemudian beliau membaca قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّالفَلَقِ , aku pun membacanya bersamanya hingga lengkap. Kemudian beliau membaca قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ , aku pun membacanya bersamanya had selesai.