Siaga Masa Pandemi, Ini Pesan Sri Mulyani Pesan pada LPS

Siaga Masa Pandemi, Ini Pesan Sri Mulyani Pesan pada LPS

JAKARTA – Gajah Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menganjurkan Keputusan Presiden (Keppres) No 58/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian & Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner Institusi Penjamin Simpanan (LPS) kepada Purbaya Yudhi Sadewa yang ditunjuk jadi ketua, merangkap anggota Dewan Komisioner, dan tiga anggota lainnya yakni Luky Alfirman, Destry Damayanti, dan Didik Madiyono.

Sri Mulyani juga memberikan gambaran mengenai situasi dan tantangan yang akan dihadapi oleh anggota Dewan Komisioner pada tengah pandemi Covid-19. DIa juga berpesan agar anggota Dewan Komisioner menjalankan secara penuh fungsi & tanggung jawab LPS.

(Baca Juga: Punya Nahkoda Terakhir, LPS Harus Proaktif)

“Dengan teknologi informasi, kita bisa mendapatkan informasi dan data sejak negara lain tanpa kehilangan prespektif dan kemampuan melihat secara uraian kondisi perekonomian dan sistem keuangan terutama perbankan, ” ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Baca Juga:

LPS, kata Sri Mulyani, harus melakukan antisipasi, menyusun kebijakan dan respons yang positif waktu dan berkualitas atas kemungkinan-kemungkinan tekanan yang sangat besar di dalam sistem keuangan.

“Tidak terlepas dari keanggotaan LPS di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Menkeu mengingatkan untuk LPS bersama-sama Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia menjaga stabilitas sistem keuangan pertama perbankan dengan hormat (respect), keyakinan (trust) dan keyakinan (confident), ” tambahnya.

Pada situasi kegentingan akibat Covid-19, lanjut dia, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pemangku Undang-Undang (Perppu) No 1/2020 yang diundangkan menjadi Undang-Undang No 2/2020 kemudian lahir turunannya Peraturan Pemerintah (PP) No 33/2020 tentang Pengoperasian Kewenangan LPS sebagai antisipasi pola keuangan tidak bergejolak pada iklim perekonomian akibat Covid-19.

(Baca Juga: Misbakhun Sebut Sri Mulyani Berani dan Jujur soal Resesi)

“Laksanakan tugas dan misi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan dalam menjaga sistem perbankan. Dengan teknik yang saya yakin Anda miliki, melihat tidak hanya hari ini dan ke dapur tapi juga forward looking sehingga bisa mendahului dari masalah yang akan terjadi, ” pesan Sri Mulyani.

Pemerintah mau terus menyempurnakan peraturan perundang-undangan buat menjaga bersama stabilitas sistem keuangan dan fungsi sektor keuangan sebagai sektor perantara (intermediary) yang efisien, kompetitif dan efektif.