Israel-Maroko Dikabarkan Akan Luncurkan Penerbangan Langsung

Israel-Maroko Dikabarkan Akan Luncurkan Penerbangan Langsung

TEL AVIV Maroko dan Israel akan meluncurkan penerbangan udara langsung. Ini adalah kemajuan terbaru dari upaya pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump buat menormalkan hubungan Arab Israel, setelah menjadi perantara kesepakatan damai antara negara Yahudi itu dan Bon Emirat Arab (UEA).

Sejenis bunyi laporan media Israel The Jerusalem Post. Jika benar, Maroko akan menjadi negara Arab ketiga yang membukan langitnya untuk maskapai penerbangan Israel, menyusul pengumuman 31 Agustus dari kesepakatan normalisasi UEA-Israel kaya dikutip dari Sputnik , Minggu (13/9/2020).

Sebelumnyapada 15 Agustus, The Times of Israel dengan mengutip penguasa AS yang tidak disebutkan namanyamelaporkan, bahwa Maroko akan menjadi negara Arab berikutnya yang menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv, setelah UEA. Meskipun Maroko tidak memiliki ikatan diplomatik resmi dengan Israel, ada hubungan pariwisata dan perdagangan jarang kedua negara.

Menyuarakan Juga:

Selain itu, Yahudi Maroko adalah publik Yahudi terbesar kedua di Israel, setelah Yahudi Rusia, melebihi kepala juta orang.

Informasi itu muncul sebagai bagian sejak upaya normalisasi Arab-Israel yang diluncurkan oleh pemerintahan Trump setelah menyentuh kesepakatan UEA-Israel. Penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih selambat-lambatnya Selasa depan. (Baca: Dibantu Trump, Israel dan UEA Capai Kesepakatan Normalisasi Hubungan)

Pada hari Rabu, menantu Trump sekaligus penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner, mengatakan pada wartawan bahwa Arab Saudi dan Bahrain telah setuju untuk membuka penerbangan mereka ke dan dibanding Israel. (Baca: Saudi Izinkan Semua Negara Terbang di Untuk Langitnya, Termasuk Israel)

“Mereka setuju untuk membuka wilayah udara mereka tidak hanya untuk penerbangan dari Israel ke Uni Emirat Arab dan sebaliknya, tetapi buat semua perjalanan ke arah timur, ” kata Kushner tentang Arab Saudi dan Bahrain.

Pada hari Jumat, Raja Hamad bin Isa Al Khalifa dibanding Bahrain mengumumkan setuju untuk berbaur dengan penandatanganan kesepakatan perdamaian UEA-Israel pada Selasa. UEA dan Bahrain akan menjadi negara Arab ketiga dan keempat, yang menormalkan hubungannya dengan Israel. Di masa berserakan, hanya Mesir dan Yordania dengan memiliki hubungan resmi dengan Tel Aviv. (Baca: Bahrain Menyimak Jejak UEA Normalisasi Hubungan dengan Israel)