Kekayaan Beredar Tumbuh Capai Rp762, 8 T di Juli, Bukti Pekerjaan Ekonomi Bangkit

Kekayaan Beredar Tumbuh Capai Rp762, 8 T di Juli, Bukti Pekerjaan Ekonomi Bangkit

loading…

JAKARTA Bank Indonesia (BI) memastikan kelancaran sistem pembayaran, baik tunai maupun nontunai tetap aman. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, posisi uang diedarkan (UYD) pada Juli 2020 muncul meningkat dari 2, 34% (yoy) pada Juni 2020 menjadi 6, 17% (yoy) sehingga mencapai Rp762, 8 trilun.

“Hal itu seiring dengan mulai meningkatnya acara ekonomi masyarakat di masa pandemi, ” kata Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (21/9/2020).

(Baca Juga: Sri Mulyani: Kekayaan Khusus Rp75. 000 Bukan Bunga Likuiditas)

Bahasa dengan peningkatan jumlah uang beredar, nilai transaksi uang elektronik serupa tetap tumbuh. Tercatat, pertumbuhannya meningkat dari 17, 31 persen menjelma 25, 94%.

Baca Juga:

Hal ini, sambungnya, memberi sinyal bahwa masyarakat tetap mengandalkan transaksi elektronik, meski kehidupan ekonomi telah berlangsung dan bangsa bisa berpergian ke luar vila.

(Baca Pula: Gesek ATM Mulai Nggak Perangai, Nasabah Lebih Milih Digital Banking)

Sebagai bahan, BI mencatat lkuiditas perekonomian ataupun uang beredar dalam arti merata (M2) tumbuh melambat pada Juni 2020. Posisi M2 tercatat Rp6. 393, 7 triliun atau muncul 8, 2% (year on year/yoy) pada Juni 2020. Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 10, 4% (yoy).

Rinciannya, uang kuasi juga tumbuh melambat, dari 10, 5% (yoy) dalam bulan sebelumnya menjadi 8, 1% (yoy) pada Juni 2020. Tatkala itu, surat berharga selain saham tumbuh 31, 4% (yoy) dalam Juni 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sejumlah 37, 5% (yoy).

(akr)