Sesudah Corona dan Bubonic, Kini Virus Tick-borne Menyebar di China

Sesudah Corona dan Bubonic, Kini Virus Tick-borne Menyebar di China

loading…

BEIJING – Ketika pemerintah di seluruh dunia terus bergulat dengan pandemi Covid-19 dengan sedang berlangsung, China – tempat urusan infeksi mematikan pertama kali dilaporkan – sekarang menghadapi ancaman kesehatan tubuh baru. Penyakit yang disebut Hangat Parah dengan Sindrom Trombositopenia (SFTS) telah membunuh tujuh orang dan menginfeksi sedikitnya 60 orang. Keburukan yang disebabkan oleh virus dengan ditularkan melalui kutu itu membuat peringatan di kalangan pejabat kesehatan tubuh di negara itu.

Jalan setempat melaporkan bahwa kasus-kasu itu terkonsentrasi di provinsi Jiangsu serta Anhui China Timur. Sementara lebih dari 37 orang didiagnosis secara SFTS di Jiangsu pada pokok tahun 2020, 23 orang kemudian ditemukan terinfeksi di Anhui laksana dikutip dari Indian Express , Sabtu (8/8/2020). (Baca: Facebook Hapus Posting Trump soal Anak Nyaris Kebal Covid-19)

Penyakit yang menular ke manusia melalui gigitan kutu ini pertama kali diidentifikasi oleh tim peneliti China bertambah dari satu dekade lalu. Kurang kasus pertama dilaporkan di daerah pedesaan di provinsi Hubei serta Henan pada tahun 2009.

Tim peneliti mengidentifikasi virus dengan memeriksa sampel darah dengan diperoleh dari sekelompok orang yang menunjukkan gejala serupa. Menurut keterangan Nature, virus itu membunuh setidaknya 30 persen dari mereka dengan terinfeksi. Menurut Sistem Informasi China untuk Pengendalian dan Pencegahan Aib tingkat kematian kasus saat ini berada di antara sekitar 16 dan 30 persen.

Baca Juga:

Karena level penyebaran dan fatalitasnya yang luhur, SFTS telah terdaftar di kurun 10 penyakit prioritas teratas blue print Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ahli virologi percaya bahwa kutu Asia yang disebut Haemaphysalis longicornis adalah vektor ataupun pembawa utama virus. Penyakit itu diketahui menyebar antara Maret serta November. Para peneliti telah menemukan bahwa jumlah total infeksi umumnya mencapai puncaknya antara April dan Juli.

Peternak, pemburu, dan pemilik hewan peliharaan betul rentan terhadap penyakit karena mereka sering bersentuhan dengan hewan yang mungkin membawa kutu Haemaphysalis longicornis. Para ilmuwan telah menemukan bahwa virus sering ditularkan ke bani adam dari hewan seperti kambing, lembu, rusa, dan domba. Meskipun terkena oleh virus, hewan umumnya tidak menunjukkan gejala yang terkait secara SFTSV.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh awak peneliti China pada tahun 2011, masa inkubasi antara tujuh mematok 13 hari setelah timbulnya penyakit. Pasien yang menderita penyakit tersebut biasanya mengalami berbagai macam isyarat, termasuk demam, kelelahan, kedinginan, sakit kepala, limfadenopati, anoreksia, mual, mialgia, diare, muntah, sakit perut, perdarahan gingiva, kongesti konjungtiva, dan sebagainya.